Senin, 21 November 2016

Pemanfaatan Barang Bekas untuk Hidroponik

Pemanfaatan Barang Bekas untuk Hidroponik

hidroponik tidak harus mahal, mengapa?? karena agar di semua kalangan masyarakat bisa melakukan atau mempraktekkan budidaya secara hidroponik. memang budidaya hidroponik secara umum dikenal sebagai hobi yang cukup mahal, dan hanya dilakukan oleh kalangan menengah ke atas. dengan menggunakan barang bekas ini maka akan menjadi salah satu solusi agar budidaya hidroponik bisa dilakukan oleh semua kalangan masyarakat.

hidroponik yang murah


salah satunya adalah dengan menggunakan bekas botol air mineral, ada berbagai macam cara untuk menggunakan bekas botol air mineral, salah satunya dengan memotong sebagian botol kemudian di balik.
budidaya hidroponik botol bekas

langkah yang dilakukan adalah:
  • pertama siapkan  botol bekas air mineral, untuk ukuran disesuaikan dengan jenis tanamannya, jika tanamannya kecil bisa menggunakan botol yang ukuran kecil
  • kemudian potong sebagian yang deket ujung botol tersebut
  • setelah itu balik ujung botol tersebut untuk diisi tanaman
  • masukkan tanaman yang sudah disemai yang sudah siap dipindah tanam
  • kemudian masukkan larutan nutrisi dibagian potongan botol yang bawah
  • demikian cara singkat bercocok tanam hidroponik dengan menggunakan botol bekas, mudah dan praktis


botol bekas untuk budidaya hidroponik

Jumat, 22 Juli 2016

Pembibitan Pada Hidroponik


Pembibitan Tanaman

Pembibitan adalah kegiatan penumbuhan bibit dari benih, yang kemudian bibit-bibit ini akan dijadikan tanaman produksi di dalam greenhouse. Pembibitan dilakukan di lahan yang terpisah dengan greenhouse bagian pembesaran tanaman. Penyemaian bisa dilakukan dengan metode substrat, yaitu pada pecahan batu kecil-kecil dengan bagian bawah dilapisi plastik dan ada juga yang dengan menggunakan rockwool.

Penggunaan pecahan batu kecil-kecil pada pembibitan ini adalah berfungsi agar ketika akan dilakukan pemindahan bibit ke media tanam kira-kira umur 15 hari, saat pencabutan akar tidak banyak yang putus, jika dilihat dari prosentasenya akar yang masih nempel pada tanaman adalah sebanyak 95%, selain itu akar juga kelihatan bersih sehingga menghemat waktu, tidak perlu membersihkan akar terlebih dahulu, dan medium pecahan batu ini juga cukup menghemat biaya, tidak perlu ganti yang baru walaupun sudah dipakai berkali-kali. Pada bagian bawah pecahan batu diberi lapisan plastik sebagi lapisan kedap air yang berfungsi sebagai penampung air dan nutrisi yang dialirkan atau disiramkan pada bedengan penyemaian benih tersebut, sehingga kelembapan akan terjaga. 

Penyebaran benih dilakukan secara merata dengan jarak yang tidak terlalu rapat. Cara ini bertujuan meningkatkan pertumbuhan dan memudahkan bibit yang tumbuh dapat menerima cahaya matahari yang cukup dan merata.
pembibitan pada pecahan batu

Kemudian pembibitan yang menggunakan media rockwool ( bahan berserat seperti spon yang anorganik dan dapat menahan banyak air juga udara). Bahan ini berfungsi agar tidak usah membungkus akar lagi dengan rockwool saat akan melakukan pemindahan bibit untuk menuju pembesaran atau sub cultur, selain itu juga media rockwool ini memiliki kemampuan untuk mempertahankan kelembapan dan kandungan air hingga beberapa waktu, dan juga banyaknya serat di media ini mengakibatkan air dan udara bisa beredar, sehingga biji mampu tumbuh dan berkembang dengan baik. Pada bedengan atau tempat penyemaian benih yang tidak dialiri air secara otomatis, dilakukan penyiraman dua kali dalam satu hari, agar benih tercukupi kebutuhan air dan nutrisinya. 
pembibitan pada rockwoll

Untuk penyemaian benih ukuran nutrisi yang digunakan lebih sedikit perbandingannya nutrisinya dengan air dibandingkan dengan saat pembesaran. Pada pembenihan ukuran perbandingannya yaitu 5 cc nutisi A dan 5 cc nutrisi B / 2 liter air, sedangkan untuk pembesaran tanaman yaitu 5 cc nutrisi A dan 5 cc nutrisi B / 1 liter air, 5 cc = satu tutup botol aqua. Hal ini dikarenakan pada saat pembenihan yang dipakai adalah biji, dan  di dalam biji itu sendiri sudah tersedia cadangan makanan sebagai energi untuk pertumbuhan biji tersebut, maka nutrisi yang diperlukan cukup sedikit saja.

 Dalam menyediakan nutrisi pH meruakan hal penting yang perlu diperhatikan juga, (karsono, S. 2013) mengatakan bahwa nutrisi tertentu menjadi tidak tersedia bagi tanaman jika kadar pH nya berada di luar kisaran normal, dan kebanyakan tanaman pada proyek hidroponik akan berkembang baik pada kadar pH kisaran 5,8 sampai 6,5.